Koran Masuk Sekolah Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris
Program Koran Masuk Sekolah dapat menjadi stimulus pemberdayaan
Bahasa Inggris bagi para peserta didik. “Pembelajaran Bahasa Inggris
akan lebih berkembang dengan adanya interaksi peserta didik, guru, dan
media,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad seusai menandatangani nota
kesepahaman bersama (MoU) dengan Eksekutif Direktur The Jakarta Post
Foundation Yulia Herawati tentang Program Koran Masuk Sekolah di
Kemdikbud, Jakarta, Senin (19 Desember 2011).
Program yang telah dimulai sejak
2007 ini akan dikembangkan ke 100 sekolah menengah atas dan sekolah
menengah kejuruan di sembilan provinsi di Indonesia, yakni di Riau, Jawa
Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
Timur, Bali, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. Setiap sekolah akan
mendapatkan tiga eksemplar Jakarta Post (koran harian berbahasa Inggris)
selama setahun untuk dijadikan pembelajaran di sekolah.
Sejak 2004 dengan penerapan
kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran bahasa Inggris telah
menggunakan pendekatan berbasis komunikasi. Sudah banyak sekolah yang
mengubah metode pembelajaran dari berbasis grammar dan struktur
menjadi berbasis keterampilan komunikasi. Dengan adanya koran masuk
sekolah akan menjadi sumber daya yang penting di dalam program
pembelajaran bahasa Inggris..
Melalui koran masuk
sekolah ini akan diterapkan metode pembelajaran Bahasa Inggris,
dengan menggunakan surat kabar sebagai sumber pembelajaran. Surat kabar memuat berita aktual yang menyangkut seluruh kehidupan
masyarakat, masalah politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan olah raga.
Seluruh berita tersebut selalu terkini, setiap hari berubah sesuai
dinamika kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan sumber pembelajaran
dari surat kabar, murid-murid akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang
sarat pengetahuan, kreatif, dinamis, dan mengetahui apa yang terjadi di
lingkungan sekolah, kota, negara, juga dunia.
Program ini
telah diuji sebelumnya pada 2008 dan 2009 di beberapa sekolah. Insya Allah melalui koran masuk sekolah ini
kita harapkan kemampuan bahasa Inggris, serta minat baca peserta didik
dapat semakin meningkat, sehingga mereka siap untuk bersaing di tataran
global..
Rafif Muhammad Rizqullah, siswa kelas 12 Jurusan
IPA SMAN 1 Bekasi, mengaku senang dengan adanya program ini. Menurutnya,
sebagai pelajar dia dapat menggunakan koran untuk mencari informasi
sekaligus sarana untuk belajar Bahasa Inggris. “Saya menggunakan koran
sebagai materi bacaan untuk kontes debat Bahasa Inggris,” katanya.
Susan Ardjawi, siswi kelas 12 Jurusan Usaha
Perjalanan Wisata SMKN 57 Jakarta, mengatakan, kemampuan bahasa Inggris
merupakan keharusan di bidang pariwisata. Koran, kata dia, dapat
dijadikan sebagai sumber informasi dan sarana belajar membaca. “Koran
adalah media yang murah dan efektif untuk pembelajaran,” katanya.
Mengejar Kemajuan
Generasi muda Indonesia harus mengejar kemajuan, dengan cara antara lain menerapkani bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Bahasa Inggris dewasa ini amat penting, karena mayoritas negara maju memakai bahasa Inggris sebagai wahana pendidikan dan pembelajaran. Teknologi di negara-negara maju kebanyakan memakai bahasa Inggris. Generasi muda Indonesia harus memahami dan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Mereka seharusnya mendalami teknologi melalui referensi yang berbahasa Inggris.
Mengejar Kemajuan
Generasi muda Indonesia harus mengejar kemajuan, dengan cara antara lain menerapkani bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Bahasa Inggris dewasa ini amat penting, karena mayoritas negara maju memakai bahasa Inggris sebagai wahana pendidikan dan pembelajaran. Teknologi di negara-negara maju kebanyakan memakai bahasa Inggris. Generasi muda Indonesia harus memahami dan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Mereka seharusnya mendalami teknologi melalui referensi yang berbahasa Inggris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar